Trader Drawdown Sama dengan Goblok ! Ini Kesalahan Fatal yang Dipercaya Banyak Trader

BangJo

1/18/20263 min read

Pendahuluan: Kalimat Kasar yang Sering Salah Kaprah

Di dunia trading, ada satu kalimat yang sering muncul, entah di grup Telegram, Discord, atau komentar media sosial:
“Trader drawdown itu berarti goblok.”

Kalimat ini biasanya keluar dari mulut orang yang baru beberapa kali profit, atau justru dari mereka yang belum pernah diuji market secara brutal. Kata “goblok” dipakai seolah-olah drawdown adalah bukti mutlak kebodohan. Padahal, kalau kita tarik garis ke realita, pernyataan ini justru menunjukkan betapa dangkalnya pemahaman seseorang tentang trading itu sendiri.

Trading bukan lomba siapa yang paling jarang loss, bukan juga kontes pamer equity. Trading adalah permainan probabilitas, statistik, psikologi, dan manajemen risiko. Dan di dalam permainan probabilitas, drawdown bukan anomali drawdown adalah keniscayaan.

Artikel ini tidak akan memanjakan ego siapa pun. Artikel ini ditulis untuk membongkar logika yang rusak, mindset yang keliru, dan kebiasaan beracun yang bikin banyak trader berhenti di tengah jalan. Judulnya memang keras, tapi isinya justru menyelamatkan.

Apa Itu Drawdown? Biar Kita Ga Asal Bacot

Sebelum ngomong jauh, kita harus sepakat dulu soal definisi. Banyak trader ngomong drawdown, tapi sebenarnya ga paham apa itu drawdown.

Drawdown adalah penurunan equity atau balance dari titik tertinggi (peak) ke titik terendah (trough) dalam periode tertentu.

Contoh sederhana:

  • Akun naik dari $1.000 ke $1.200

  • Lalu turun ke $1.100
    → Drawdown = $100 atau ±8,3%

Drawdown bukan sekadar loss satu kali. Drawdown adalah fase di mana sistem atau trader sedang berada dalam kondisi tidak optimal.

Beberapa jenis drawdown yang sering terjadi:

  • Floating drawdown: loss sementara, belum ditutup

  • Closed drawdown: loss yang sudah terealisasi

  • Relative drawdown: dihitung dalam persentase

  • Absolute drawdown: dihitung dari modal awal

Yang perlu dipahami:

Drawdown adalah bagian dari statistik trading, bukan label kebodohan.

Kenapa Drawdown Dianggap Tanda “Bodoh”?

Stigma drawdown = goblok lahir bukan dari market, tapi dari ego manusia.

Ada beberapa alasan kenapa mindset ini menyebar:

1. Budaya Flexing di Dunia Trading

Media sosial dipenuhi screenshot profit. Jarang ada yang upload:

  • Loss streak

  • Equity turun

  • Mental breakdown

Akibatnya, banyak trader pemula punya ilusi bahwa trader hebat itu selalu hijau.

2. Salah Kaprah Tentang “Trader Jago”

Banyak yang mengira:

  • Trader jago = winrate tinggi

  • Trader jago = jarang loss
    Padahal kenyataannya:

  • Trader profesional fokus ke expectancy, bukan winrate

3. Komunitas Trading yang Toxic

Kalimat seperti:

  • “Kok bisa DD segitu?”

  • “Ganti sistem aja bro”

  • “Berarti entry lu sampah”

Tanpa konteks, tanpa data, tanpa empati. Semua ini membentuk lingkungan yang membuat drawdown dianggap aib.

Drawdown Itu Tanda Bodoh atau Tanda Proses?

Ini bagian paling penting.

Drawdown bisa berarti dua hal:

  • Proses pembelajaran yang sehat

  • Kesalahan fatal yang diulang-ulang

Masalahnya, kebanyakan orang tidak membedakan keduanya.

Drawdown sebagai Proses

Drawdown yang sehat biasanya terjadi karena:

  • Sistem sedang diuji di market real

  • Market berubah karakter

  • Trader sedang membangun jam terbang

Ciri-cirinya:

  • Risk masih terkontrol

  • Loss masih sesuai plan

  • Trader tetap disiplin

Drawdown karena Kebodohan

Ini baru pantas dikritik keras.

Ciri-cirinya:

  • Overlot

  • Revenge trade

  • Tidak pakai stop loss

  • Entry tanpa alasan jelas

  • Mengandalkan “feeling”

Jadi bukan drawdown-nya yang goblok, tapi penyebab drawdown-nya.

Kesalahan Fatal yang Bikin Drawdown Jadi “Beneran Goblok”

Di bagian ini, kita bicara jujur dan keras.

1. Tidak Punya Risk Management

Ini dosa terbesar trader.

Tanpa risk management:

  • Satu loss bisa hancurin akun

  • Drawdown kecil berubah jadi bencana

Trader tanpa risk management bukan trader, tapi penjudi berkedok chart.

2. Overlot Demi Cepat Kaya

Motivasi salah akan menghasilkan keputusan salah.

Overlot biasanya dipicu oleh:

  • Pengaruh profit orang lain

  • Target tidak realistis

  • Mental kejar balik loss

Ini bukan agresif, ini bunuh diri perlahan.

3. Revenge Trading

Loss satu, emosi naik.
Loss dua, mulai panas.
Loss tiga, all-in.

Market ga pernah peduli lu emosi atau engga.

4. Ganti Sistem Setiap Loss

Hari ini pakai SMC, besok supply demand, lusa indikator random.

Masalahnya bukan sistem, tapi lu belum konsisten cukup lama buat ngerti satu sistem.

Drawdown Sehat vs Drawdown Berbahaya

Ini pemisahan yang jarang dibahas, tapi krusial.

Drawdown Sehat

  • Masih dalam batas toleransi akun

  • Tidak melanggar risk per trade

  • Mental masih stabil

  • Trader masih objektif

Drawdown seperti ini wajar dan perlu.

Drawdown Berbahaya

  • Loss melebihi plan

  • Equity curve jatuh tajam

  • Trader mulai gambling

  • Emosi menguasai keputusan

Kalau sudah di tahap ini, masalahnya bukan market, tapi psikologi.

Trader Profesional Justru Takut Sama Trader Tanpa Drawdown

Ini terdengar aneh, tapi nyata.

Trader tanpa drawdown biasanya:

  • Belum lama trading

  • Belum ketemu fase market buruk

  • Profit karena kondisi market cocok

Market punya banyak fase:

  • Trending kuat

  • Ranging sempit

  • Volatil chaos

Sistem yang ga pernah drawdown biasanya belum diuji sepenuhnya.

Drawdown adalah Biaya untuk Bertahan Hidup

Trading bukan tentang kaya cepat, tapi survival.

Trader yang bertahan:

  • Paham drawdown

  • Menerima loss

  • Fokus jangka panjang

Trader yang ingin cepat:

  • Takut loss

  • Anti drawdown

  • Mental rapuh

Ironisnya, yang sabar justru yang sampai tujuan.

Cara Menghadapi Drawdown Seperti Trader Waras

Beberapa langkah rasional saat drawdown datang:

  • Turunkan lot untuk menstabilkan emosi

  • Evaluasi jurnal, bukan emosi

  • Pause trading jika perlu

  • Backtest ulang sistem

  • Terima bahwa loss adalah bagian dari game

Tidak ada trader hebat yang lolos tanpa fase gelap.

Mental Trading: Ego Lebih Berbahaya dari Drawdown

Drawdown menguji:

  • Kesabaran

  • Disiplin

  • Konsistensi

Ego menghancurkan:

  • Objektivitas

  • Plan

  • Akun

Market tidak menghukum trader bodoh. Market menghukum trader keras kepala.

Jadi, Trader Drawdown Sama dengan Goblok?

Jawabannya tegas: TIDAK.

Yang pantas disebut goblok adalah:

  • Mengulang kesalahan yang sama

  • Menolak evaluasi

  • Menyalahkan market

  • Trading tanpa tanggung jawab

Trader hebat bukan yang selalu profit, tapi yang tidak hancur saat drawdown datang.

Penutup: Kalimat yang Harus Lu Ingat

“Drawdown bukan musuh. Ego dan kebodohanlah yang membunuh trader.”

Kalau lu sedang drawdown, itu bukan tanda lu gagal. Itu tanda lu sedang diuji. Yang menentukan masa depan lu sebagai trader bukan drawdown-nya, tapi cara lu menyikapinya.